Artikel inspirasi

Kamis, 28 Maret 2019 - 06:45 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Orang Kaya Bagaimana ?

Orang Kaya Yang Bagaimana? Kemarin saya berjumpa dengan Mufti Menk, difasilitasi oleh SKPI dan sahabat saya, Mario Irwinsyah. Menariknya, ketika berceramah, Mufti Menk mendoakan agar jamaah menjadi miliarder. Ya, menjadi miliarder.

Kita sama-sama tahu, tak semua ulama menganjurkan jamaah untuk kaya. Selain faktor hisab, kekayaan juga mengundang ujian-ujian tersendiri yang jelas-jelas tidak ringan.

Kompas pada 13 September 2018 melaporkan soal negara-negara kaya. Ironisnya, negara-negara yang dinyatakan kaya oleh badan-badan dunia, ternyata memiliki insiden bunuh diri yang tinggi. Benar-benar ironis.

Perlu contoh? Sebut saja Finlandia, Korea Selatan, Belgia, Perancis, Austria, dan Swiss. Sedangkan Indonesia adalah negara dengan peringkat bunuh diri nomor 165 dari 177 negara. Dengan kata lain, peringkat Indonesia relatif lebih baik.

Orang Kaya Bagaimana

Lantas, kaya yang bagaimana yang dianjurkan? Begini.

Silakan saja kaya harta. Silakan saja kaya ilmu. Silakan saja kaya relasi. Tapi yang paling utama adalah kaya hati dan kaya iman. Ya, itulah yang utama.

Tanpa iman, kekayaan bisa menjadi mesin kapitalis yang mematikan. Tanpa iman, ilmu bisa menjadi alat rekayasa yang menjerumuskan. Tanpa iman, relasi bisa menjadi kelompok manipulatif yang menghancurkan.

Hendaknya kaya hati dan kaya iman dijadikan lokomotif. Diletakkan di depan. Terus, kaya harta, kaya ilmu, dan kaya relasi, menjadi gerbong-gerbong yang mengikuti di belakangnya. Proporsional, tidak berlebihan.

Dengan begini, insya Allah kita semua akan selamat. Anda sepakat?

Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
online free course
download huawei firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya
error: Content is protected !!
Silahkan nonaktifkan adblock anda untuk membaca konten kami.
Segarkan Kembali